Sales Funnel

Banyak pemilik website jualan pemula yang heran kenapa iklan berbayar mereka ngga kunjung menghasilkan konversi, padahal websitanya sudah ramai dikunjungi orang. Kesalahan fatal mereka adalah langsung menembak pengunjung asing dengan tombol “Beli Sekarang” saat pertama kali mereka masuk ke web. Menjual barang di internet butuh proses perkenalan yang bertahap. Peta strategi otomatis untuk membimbing calon pembeli ini disebut Sales Funnel (Corong Penjualan).

Dilihat

Wujud nyatanya ngga berupa satu alat kaku, melainkan alur perjalanan halaman website Anda yang tersusun secara bertahap dan rapi secara visual. Mulai dari halaman gratisan penarik perhatian (Opt-in/Lead Magnet), halaman penawaran produk murah pembuka pintu (Tripwire), halaman penawaran utama (Core Offer), hingga halaman penawaran tambahan pelengkap (Upsell/Downsell).

Dipikir

Sederhananya, bayangkan Sales Funnel adalah proses PDKT (pendekatan) asmara yang sangat sopan dan teratur. Ngga mungkin Anda mendadak mengajak orang asing yang baru Anda temui di jalan untuk langsung menikah hari itu juga; mereka pasti bakal ketakutan dan mengira Anda orang aneh. Logika kerja Sales Funnel adalah membagi proses penjualan menjadi beberapa tahapan logis: kenalan dulu lewat materi edukasi gratisan, membangun rasa percaya, menawarkan produk murah sebagai uji coba rasa, baru kemudian menjual produk utama Anda saat mereka udah merasa nyaman. Alur otomatis ini membuat proses konversi penjualan website Anda berjalan secara sangat alami, halus, dan efisien tanpa memaksa.

Dirasa

Ada ketenangan pikiran dan rasa percaya diri yang tinggi dalam mengelola strategi pemasaran Anda. Rasa cemas “iklan boncos karena dicuekin pengunjung” langsung sirna berganti dengan kenyamanan bekerja karena Anda tahu website Anda memiliki struktur alur persuasif yang cerdas untuk menyaring pengunjung biasa menjadi pembeli setia secara otomatis.

Baca juga

Ebook terkait

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *