The Best Fluffy Pancakes recipe you will fall in love with. Full of tips and tricks to help you make the best pancakes.
Ketika Anda menjalankan kampanye iklan berbayar menggunakan model PPC (Pay Per Click), Anda tentu ingin tahu seberapa hemat dan efektifnya performa iklan tersebut dalam mendatangkan satu orang pengunjung ke website Anda. Jika Anda ngga memantau metrik biaya ini secara jujur, Anda dapet dengan mudah mengalami kerugian besar karena membayar harga kunjungan yang terlalu mahal. Metrik pengukur harga satuan klik ini disebut CPC (Cost Per Click).
Dilihat
Wujud nyatanya berupa angka satuan mata uang rupiah atau dolar yang tercantum di dalam kolom laporan performa iklan Anda (misalnya: CPC: Rp 1.500). Angka ini menyajikan data visual yang sangat transparan tentang berapa biaya rata-rata riil yang harus Anda keluarkan setiap kali ada satu jemari pengunjung yang mengetuk link iklan Anda di internet.
Dipikir
Sederhananya, bayangkan CPC adalah nota tagihan dari kasir per satu kepala pengunjung yang berhasil dibawa masuk oleh kurir iklan ke dalam ruko Anda. Logika kerjanya adalah membagi total biaya iklan yang Anda keluarkan dengan jumlah total klik yang Anda dapatkan secara nyata. Logikanya, semakin kecil angka CPC Anda (misalnya dari Rp 5.000 berhasil Anda optimalkan menyusut turun menjadi Rp 800), artinya kinerja promosi Anda berjalan dengan sangat cerdas, efisien, dan dapet melipatgandakan margin keuntungan bisnis Anda secara signifikan.
Dirasa
Ada perasaan lega, puas, dan sangat rileks saat melihat angka CPC iklan Anda berangsur-angsur turun menjadi sangat murah. Rasa khawatir “iklan boncos membakar uang modal” langsung hilang berganti dengan kenyamanan mengelola bisnis karena Anda memegang kendali penuh atas pengeluaran biaya promosi secara terukur.


