Divi adalah theme dan visual website builder untuk WordPress dari Elegant Themes. Builder-nya sudah menyatu di Divi Theme. Ada juga Divi Builder Plugin kalau Anda mau pakai builder-nya dengan theme WordPress lain.
Divi adalah…
Divi dibuat sebagai satu ekosistem untuk desain website. Anda bisa mengatur halaman, header, footer, template post, halaman arsip, dan bagian lain secara visual.
Per 15 Agustus 2026, Elegant Themes menyebut Divi 5 sudah resmi dan siap dipakai untuk website live. Jadi artikel lama yang masih memperlakukan Divi 5 sebagai beta udah ngga relevan.
Untuk apa?
Divi cocok buat bikin website dengan kontrol visual yang cukup dalam. Anda bisa pakai layout siap pakai, bikin desain sendiri, lalu simpan elemen atau template untuk dipakai ulang.
Kalau pakai Divi Theme, builder-nya langsung tersedia. Kalau mau tetap pakai theme lain, Elegant Themes juga menyediakan Divi Builder sebagai plugin terpisah.
Buat siapa?
Divi cocok kalau Anda suka cara kerjanya dan mau menjadikannya bagian utama dari stack WordPress.
Kalau sering ganti builder atau masih coba banyak tool, saya akan lebih hati-hati. Makin jauh desain dibuat dengan satu builder, makin banyak bagian yang biasanya perlu dibangun ulang kalau nanti pindah.
Perlu diperhatikan
Pilihan desain Divi banyak. Itu kelebihan sekaligus jebakannya. Anda bisa mengatur hampir semuanya, tapi proses desain juga bisa melebar kalau ngga punya arah yang jelas.
Jangan pakai semua fitur cuma karena tersedia. Mulai dari fungsi halaman, lalu desain secukupnya.
Soal performa juga jangan dinilai dari nama builder aja. Layout, gambar, font, animasi, plugin lain, hosting, dan konfigurasi website ikut mempengaruhi hasil akhirnya.
Menurut saya
Kalau saya pilih Divi, saya akan pilih karena memang mau pakai ekosistem Divi sebagai standar. Bukan sekadar karena banyak fiturnya.
Kalau belum yakin, saya lebih suka mulai dari Gutenberg atau stack yang lebih modular. Tapi kalau Anda udah nyaman dengan Divi dan kebutuhannya cocok, ngga ada alasan harus pindah cuma karena ada tool yang lebih baru.
Baca juga
Kalau mulai mempertimbangkan produk premium
Saya bahas kapan versi berbayar layak dibeli dan kapan gratisan udah cukup di ebook Rahasia WordPress Premium.
Kalau Anda pernah pakai Divi, Elementor, atau Gutenberg, tulis aja pengalaman Anda di kolom komentar.







