Gutenberg

turned-on monitor

Gutenberg adalah proyek di balik editor berbasis blok WordPress. Di dashboard, Anda lebih sering melihat nama Block Editor.

Gutenberg adalah…

Saya udah ngikutin Gutenberg sejak awal. Dulu banyak pengguna WordPress kurang suka karena udah terbiasa dengan Classic Editor.

Sekarang editing berbasis blok udah jadi bagian penting dari WordPress. Paragraf, heading, gambar, tombol, kolom, dan video dibuat sebagai blok.

Blok itu bisa dipindah dan diatur tanpa harus tulis HTML untuk pekerjaan sehari-hari.

Untuk apa?

Block Editor enak dipakai untuk nulis artikel dan bikin halaman sederhana. Susunannya lebih fleksibel dibanding editor klasik.

WordPress juga punya Patterns untuk pakai ulang susunan blok. Kalau ketemu tutorial lama yang menyebut Reusable Blocks, istilahnya udah berubah.

Sejak WordPress 6.3, fitur itu masuk ke Patterns. Bagian yang ingin selalu sama di banyak tempat bisa dibuat sebagai Synced Pattern.

Buat siapa?

Kalau pakai WordPress sekarang, menurut saya Block Editor layak dipelajari. Walaupun nanti Anda juga pakai Spectra, Elementor, atau builder lain.

Untuk artikel blog dan halaman informasi sederhana, editor blok bawaan sering udah cukup. Kalau desainnya lebih kompleks, baru tambah block plugin atau builder lain.

Perlu diperhatikan

Gutenberg ngga bikin semua page builder lain jadi ngga berguna. Kebutuhan desain dan workflow tiap website beda.

Saya lebih suka mulai dari kemampuan native WordPress dulu. Kalau masih kurang, baru tambah alat lain.

Kompatibilitas theme dan plugin blok juga perlu diperhatikan. Makin banyak lapisan yang dipakai, makin penting menjaga stack tetap sederhana.

Menurut saya

Kalau baru mulai pakai WordPress, saya akan belajar Gutenberg atau Block Editor dulu. Jangan langsung terlalu bergantung pada page builder lain.

Bukan karena Gutenberg selalu paling kuat. Saya pilih karena ini fondasi native WordPress.

Saya sendiri sekarang lebih nyaman dengan arah WordPress yang block-based. Mulai dari native. Tambahkan alat secukupnya.

Baca juga

Kalau Anda masih pakai Classic Editor atau udah pindah ke Block Editor, tulis aja pengalaman Anda di kolom komentar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top