WordPress Theme

person in black and white t-shirt using computer

Kalau WordPress adalah mesin mobil, theme adalah tampilan luar dan interiornya. Cat, bentuk bodi, desain dashboard, jenis kursi — semua yang Anda lihat pertama kali itu urusan theme. Mesinnya sama, tapi tampilannya bisa beda jauh tergantung theme yang dipasang.

saya dan wordpress theme

Sudah banyak theme yang saya coba selama ini. Enaknya WordPress, kalau theme yang dipasang nggak cocok, tinggal ganti — nggak perlu bangun ulang dari nol. Tapi ada satu hal yang perlu diwaspadai: pilih theme yang tidak menciptakan ketergantungan. Banyak “super theme” yang menggabungkan segala macam fungsi ke dalam theme-nya sendiri. Begitu Anda ganti theme, fungsi-fungsi itu ikut hilang. Bukan berarti nggak boleh pakai, tapi setidaknya Anda perlu sadar risikonya sejak awal.

dilihat

Ganti theme, tampilan website langsung berubah total — layout, warna, font, cara konten ditampilkan. Pengunjung website Anda nggak akan tahu theme apa yang Anda pakai. Yang mereka lihat cuma hasilnya: apakah website terasa nyaman dibaca, mudah dinavigasi, dan enak dilihat.

dipikir

Theme banyak yang berhubungan erat dengan page builder — Elementor punya theme-nya sendiri, begitu juga Divi dan Brizy. Tapi ada juga theme yang lebih netral dan mendukung berbagai page builder sekaligus. Tren belakangan ini mulai bergeser ke Gutenberg, page builder bawaan WordPress. Secara fitur mungkin masih kalah dibanding yang lain, tapi kecepatan pengembangannya cukup besar dan layak dipantau.

dirasa

Menemukan theme yang pas itu seperti akhirnya nemu baju yang cocok setelah coba banyak — lega, dan langsung kebayang mau dipakai ke mana. Yang nggak enak adalah kalau sudah terlanjur dalam dengan satu theme yang ternyata bikin ketergantungan. Pindah jadi repot, dan kadang harus rebuild beberapa bagian dari awal.

tips

  • Cari theme yang “ringan” — fungsi utamanya tampilan, bukan fitur. Fitur lebih baik ditangani plugin terpisah.
  • Sebelum pakai super theme, cek: kalau besok ganti theme, apa yang hilang?
  • Kalau baru mulai, theme yang mendukung Gutenberg atau page builder populer lebih aman untuk jangka panjang.

kesimpulan

Theme menentukan kesan pertama website Anda. Pilih yang sesuai kebutuhan, bukan yang paling banyak fiturnya. Dan sebelum jatuh cinta sama satu theme, pastikan Anda tahu konsekuensinya kalau suatu hari mau pindah.

Produk yang dibahas di sini saya pilih sendiri, mostly berdasarkan pengalaman. Kalau ada yang kurang jelas, kurang lengkap, atau ada yang ingin ditanyakan, tulis aja di kolom komentar. Artikel ini diperbarui secara berkala.

baca juga

ebook terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top