Versi Saya
Funnel sering dibikin lebih rumit dari yang perlu. Buat saya, funnel itu cuma cara membantu orang bergerak dari satu langkah ke langkah berikutnya.
Ngga semua bisnis perlu diagram penuh panah, automation, dan 17 tahap. Mulai dari jalur paling sederhana yang benar-benar membantu orang sampai ke hasil.
Dasar
Funnel?
Jalur yang membantu orang bergerak dari belum kenal sampai melakukan tindakan yang Anda inginkan.
Perlu funnel?
Kalau ada perjalanan dari orang belum kenal sampai jadi pelanggan, sebenarnya sudah ada funnel. Tinggal Anda sengaja mengaturnya atau ngga.
Funnel harus rumit?
Ngga.
Funnel satu halaman?
Bisa.
Website sama dengan funnel?
Ngga. Website bisa punya banyak tujuan dan jalur. Funnel biasanya lebih fokus pada satu perjalanan.
Landing page?
Halaman yang dirancang untuk membawa pengunjung ke tindakan tertentu.
Traffic?
Orang yang masuk ke funnel.
Lead?
Orang yang sudah memberi sinyal minat atau cara untuk dihubungi.
Conversion?
Saat orang melakukan tindakan yang Anda targetkan.
Customer Journey?
Perjalanan pelanggan secara lebih luas, bukan cuma satu jalur penjualan.
Bagian Funnel
Lead Magnet?
Sesuatu yang diberikan untuk menarik orang memberi kontak atau mengambil langkah awal.
Opt-in?
Tindakan orang setuju mendaftar atau memberi data kontak.
Offer?
Apa yang Anda tawarkan, untuk siapa, dan dengan imbalan apa.
Checkout?
Tempat orang menyelesaikan pembelian.
Order bump?
Penawaran tambahan kecil di checkout.
Upsell?
Penawaran berikutnya yang meningkatkan nilai pembelian.
Downsell?
Alternatif yang lebih ringan setelah penawaran utama atau upsell ditolak.
Thank you page?
Halaman setelah tindakan selesai. Bisa dipakai untuk instruksi, onboarding, atau langkah berikutnya.
Follow-up?
Komunikasi setelah orang belum membeli atau setelah sudah membeli.
Email funnel?
Rangkaian email yang membantu membawa orang ke langkah berikutnya.
Strategi dan Traffic
Top of Funnel?
Tahap ketika orang masih baru mengenal masalah, topik, atau brand.
Middle of Funnel?
Tahap ketika orang mulai mempertimbangkan solusi atau pilihan.
Bottom of Funnel?
Tahap ketika orang lebih dekat ke keputusan atau transaksi.
Harus pakai TOFU MOFU BOFU?
Ngga. Itu cuma cara membagi perjalanan. Kalau bikin Anda tambah bingung, pakai bahasa yang lebih sederhana.
Meta Ads masuk funnel?
Bisa jadi sumber traffic, retargeting, atau bagian lain dari funnel.
Google Ads masuk funnel?
Bisa, terutama untuk menangkap intent pencarian.
SEO masuk funnel?
Bisa. Artikel atau halaman organik sering menjadi pintu masuk funnel.
Sosial media masuk funnel?
Bisa sebagai distribusi, interaksi, dan pintu masuk.
Website perlu diarahkan ke funnel?
Tergantung halaman. Tapi halaman penting sebaiknya punya langkah berikutnya yang jelas.
Optimasi dan Hasil
Funnel bocor?
Saat banyak orang berhenti di satu titik sebelum mencapai hasil yang Anda inginkan.
Cara cari titik bocor?
Lihat angka antar langkah: datang, klik, daftar, checkout, bayar, dan lanjut.
Conversion rate rendah?
Cari dulu titik dan konteksnya. Jangan langsung menyalahkan tombol atau warna.
Abandoned checkout?
Orang mulai checkout tapi ngga menyelesaikan pembayaran.
Retargeting?
Mengajak kembali orang yang sudah berinteraksi tetapi belum menyelesaikan langkah berikutnya.
Automation wajib?
Ngga. Otomatisasi dipakai kalau memang mengurangi pekerjaan atau mempercepat respons.
Banyak funnel lebih bagus?
Ngga. Satu funnel yang jelas lebih berguna daripada banyak funnel yang ngga terurus.
A/B Testing wajib?
Ngga. Testing dipakai kalau ada keputusan yang memang perlu dibuktikan.
Metric utama?
Hasil akhir dan rasio antar langkah yang paling penting bagi bisnis Anda.
Funnel selesai?
Ngga pernah benar-benar selesai. Tapi jangan terus dioprek kalau belum ada alasan dari data atau perubahan bisnis.
Ada yang belum saya jawab atau menurut Anda jawaban saya kurang pas? Tulis di kolom komentar. Nanti saya bahas dan kalau perlu saya tambahkan ke artikel ini.






