Perlukah Follower Sosial Media Diarahkan ke Website?

Menurut saya, iya. Tapi bukan berarti setiap posting harus menyuruh orang keluar dari sosial media dan masuk ke website.

Website paling berguna ketika orang butuh penjelasan lebih lengkap, ingin mengenal Anda lebih jauh, atau sudah mendekati keputusan.

Apa masalahnya?

Sosial media enak untuk menemukan orang baru dan menjaga percakapan. Masalahnya, hubungan itu terjadi di platform yang aturan, format, dan distribusinya bukan kita yang menentukan.

Kalau seluruh bisnis hanya bergantung pada satu akun sosial media, Anda punya sedikit kendali atas bagaimana orang menemukan kembali informasi penting atau melanjutkan hubungan di luar feed.

Jawabannya

Arahkan follower ke website ketika website memberi langkah berikutnya yang lebih jelas.

Misalnya ketika orang perlu membaca penjelasan panjang, membandingkan pilihan, melihat portofolio, mendaftar email, menghubungi Anda, atau membeli sesuatu.

Kalau satu konten sosial media sudah menjawab kebutuhan orang dengan cukup, ngga perlu memaksakan link. Website adalah pendalaman, bukan kewajiban di setiap posting.

Mengapa terjadi?

Sosial media dan website punya peran yang beda.

Sosial media kuat untuk discovery dan percakapan. Website lebih cocok untuk menyusun informasi dengan struktur yang Anda tentukan sendiri. Halaman penting bisa tetap punya alamat yang sama, bisa saling dihubungkan, dan bisa dibuat khusus untuk satu tujuan.

Itu sebabnya saya melihat keduanya bukan sebagai pilihan salah satu. Sosial media bisa membawa orang masuk. Website membantu ketika mereka ingin melangkah lebih jauh.

Terus gimana?

Jangan kirim semua orang ke homepage tanpa alasan. Cocokkan link dengan konteks kontennya.

  • Konten edukasi → arahkan ke artikel yang membahas lebih dalam.
  • Konten tentang layanan → arahkan ke halaman layanan yang relevan.
  • Konten produk → arahkan ke halaman produk atau penjelasan yang sesuai.
  • Konten yang mengundang kontak → arahkan ke jalur kontak yang paling mudah.

Dan jangan menjadikan sosial media cuma teaser kosong. Orang yang ngga mengklik link tetap harus mendapat nilai dari kontennya.

Kesimpulan

Follower sosial media sebaiknya diarahkan ke website ketika ada alasan yang jelas untuk pindah.

Saya melihat sosial media sebagai pintu masuk dan website sebagai tempat kita bisa menjelaskan, menata, dan mengarahkan langkah berikutnya dengan lebih bebas.

Baca juga

Kalau Anda sekarang sering mengarahkan orang dari sosial media, biasanya mereka Anda arahkan ke mana? Tulis aja di kolom komentar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top