Snapchat

Snapchat adalah aplikasi komunikasi visual yang berpusat pada kamera, pesan, Stories, dan konten publik. Selain hubungan antar teman, Snapchat juga punya Public Profile dan Business Profile untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Snapchat adalah…

Snapchat terasa lebih dekat ke komunikasi visual daripada feed sosial media biasa. Anda bisa mengambil foto atau video, menambahkan teks atau efek, lalu membagikannya ke teman, Story, atau ruang publik yang tersedia.

Snapchat Support menjelaskan bahwa Public Profile memungkinkan pengguna membagikan Stories, Lenses, dan konten lain ke komunitas Snapchat yang lebih luas. Untuk brand, ada Business Profile yang dikelola lewat Ads Manager.

Untuk apa?

Snapchat berguna untuk komunikasi yang terasa spontan, visual, dan personal. Buat brand atau kreator, Stories dan konten publik bisa dipakai untuk menunjukkan aktivitas, suasana, atau momen yang memang cocok dikonsumsi cepat.

Spotlight memberi ruang untuk konten publik yang bisa ditemukan lebih luas. Tapi seperti platform lain, konten tetap harus memenuhi aturan agar eligible untuk distribusi.

Buat siapa?

Snapchat cocok kalau audiens Anda memang aktif di sana dan cara komunikasi Anda cocok dengan foto, video pendek, Stories, atau pengalaman yang terasa kasual.

Kalau Anda belum tahu apakah target audiens Anda memakai Snapchat, saya ngga akan menjadikannya prioritas hanya karena platformnya besar secara global. Cek dulu perilaku audiens Anda.

Perlu diperhatikan

Fitur akun publik dan bisnis punya aturan serta ketersediaan yang berbeda. Snapchat Support membedakan Public Profile, Professional Account, dan Business Profile. Jadi jangan menganggap semua akun punya fitur yang sama.

Konten Spotlight juga punya ketentuan tersendiri. Kalau tujuan Anda adalah discovery, baca aturan platform dan jangan hanya mengandalkan format yang sedang populer.

Menurut saya

Snapchat relevan kalau audiens Anda memang ada di sana. Tapi untuk kebanyakan bisnis Indonesia, saya ngga akan menaruhnya di urutan pertama tanpa data audiens yang jelas.

Saya lebih memilih memprioritaskan kanal yang sudah terbukti dipakai calon pelanggan. Snapchat baru naik prioritas kalau ternyata audiensnya memang cocok.

Baca juga

Kalau target pasar Anda aktif di Snapchat, apa yang paling sering mereka pakai: chat, Stories, atau Spotlight? Tulis aja di kolom komentar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top