LinkedIn

Bagi para solopreneur, menawarkan jasa atau mencari klien korporasi (B2B) lewat media sosial biasa sering kali terasa kurang tepat sasaran. Obrolan jualan anda dapet dengan mudah tercampur oleh drama gosip atau postingan hiburan receh lainnya. Biar penawaran profesional anda dibaca langsung oleh para pengambil keputusan di perusahaan besar, anda wajib menggunakan LinkedIn.

Dilihat (Kesan & Wujud Nyata)

Wujud nyatanya berupa halaman profil yang tampilannya mirip seperti CV digital yang sangat bersih dan rapi. Di beranda (feed) LinkedIn, anda ngga bakal melihat video joget-joget atau meme konyol. Yang terpampang nyata secara visual adalah barisan opini kepemimpinan (thought leadership), pencapaian karier, edukasi industri, hingga info lowongan kerja dari berbagai korporasi besar di dunia.

Dipikir (Logika Kerja & Efisiensi)

Sederhananya, bayangkan LinkedIn adalah sebuah lobi hotel bintang lima atau ruang seminar bisnis di mana semua pengunjungnya mengenakan pakaian formal dan menjaga tata krama dengan sangat sopan. Logika kerjanya adalah membangun jaringan profesional (networking) kelas atas secara organik. Logikanya, daripada anda membuang banyak waktu dan energi mencetak proposal fisik lalu mengetuk pintu kantor korporasi satu per satu secara manual, membangun reputasi lewat konten edukasi di LinkedIn jauh lebih efisien untuk mendatangkan klien bernilai tinggi (high-ticket clients) secara langsung ke kotak masuk pesan anda.

Dirasa (Dampak Emosional)

Ada perasaan berkelas, tenang, dan sangat berwibawa saat anda berinteraksi di LinkedIn. Rasa cemas bisnis anda ngga dihargai atau dianggap remeh langsung hilang, karena ekosistem di platform ini didesain khusus untuk mengapresiasi keahlian profesional dan kolaborasi bisnis yang sehat.

Baca juga

Ebook terkait

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *